You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Ketapang
Ketapang

Kec. Tanggulangin, Kab. Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur

KELAS BALITA

Operator 11 November 2025 Dibaca 115 Kali
KELAS BALITA

Kelas Balita Posyandu: Garda Terdepan Kesehatan Anak Desa Ketapang Untuk Pencegahan Stunting

 

Pemdes Ketapang - Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) telah lama menjadi tulang punggung upaya kesehatan masyarakat di tingkat desa, dan di Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, peran ini diwujudkan secara nyata melalui kegiatan Kelas Balita yang rutin diselenggarakan.

Kegiatan Posyandu di Desa Ketapang terbagi dalam beberapa kelompok, salah satunya adalah Posyandu Balita Kasih Ibu dan Panti Asih, yang secara spesifik melayani kesehatan bayi dan anak balita (usia 0-5 tahun). Posyandu ini bukan hanya tempat penimbangan, tetapi merupakan sarana edukasi dan intervensi kesehatan yang sangat penting.

 

Tujuan Utama Kelas Balita Posyandu

Kelas Balita Posyandu Desa Ketapang memiliki fokus utama yang sejalan dengan program kesehatan nasional, yaitu:

  • Pemantauan Tumbuh Kembang (PTK): Kegiatan inti adalah penimbangan berat badan, pengukuran tinggi/panjang badan, dan lingkar kepala. Ini berfungsi sebagai deteksi dini terhadap adanya abnormalitas atau gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada balita, terutama pada rentang usia kritis 0-24 bulan.

  • Peningkatan Status Gizi: Posyandu berperan aktif dalam memberikan informasi dan upaya praktis untuk meningkatkan status gizi balita.

  • Pencegahan Stunting: Desa Ketapang pernah menghadapi tantangan serius terkait stunting, sehingga program di Posyandu menjadi krusial dalam menanggulangi masalah ini.

 

Peran Kunci dalam Penanggulangan Stunting

Posyandu di Desa Ketapang merupakan salah satu ujung tombak keberhasilan program ketahanan pangan desa dalam memerangi stunting. Beberapa upaya yang diintegrasikan dalam kegiatan Posyandu meliputi:

  1. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Suplai Gizi: Pemerintah Desa Ketapang melakukan strategi pemanfaatan hasil pertanian lokal seperti beras, telur, kacang hijau, dan sembako lainnya untuk dijadikan suplai gizi balita yang diberikan secara berkala (misalnya, setiap satu bulan sekali) melalui kegiatan Posyandu.

  2. Edukasi Gizi untuk Orang Tua: Program edukasi menjadi penting, terutama untuk para orang tua (termasuk ayah), yang mungkin masih kurang pengetahuan mengenai gizi yang tepat untuk anak. Kader Posyandu dan tenaga kesehatan berperan dalam memberikan penyuluhan gizi seimbang, pentingnya ASI eksklusif, dan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang benar.


 

Kegiatan Rutin yang Dilakukan

Kegiatan Kelas Balita di Posyandu Desa Ketapang biasanya melibatkan beberapa meja pelayanan, di antaranya:

  • Pendaftaran: Pendataan peserta.

  • Penimbangan dan Pengukuran: Penimbangan berat badan dan pengukuran lainnya oleh kader.

  • Pencatatan: Pencatatan hasil pengukuran dalam Kartu Menuju Sehat (KMS).

  • Penyuluhan dan Konseling: Pemberian informasi kesehatan dan konsultasi gizi oleh kader atau tenaga kesehatan.

  • Pelayanan Kesehatan: Imunisasi, vitamin A, dan pemeriksaan kesehatan sederhana lainnya.

Dengan adanya kader Posyandu yang berpengetahuan dan berperan baik, kegiatan kelas balita di Desa Ketapang berhasil dalam mengawasi pertumbuhan dan kesehatan anak. Keaktifan ibu dan kesadaran masyarakat untuk rutin mengunjungi Posyandu sangat ditekankan, mengingat masa balita (golden age) adalah periode kritis yang menentukan kesehatan anak di masa depan.

Kelas Balita Posyandu Desa Ketapang menunjukkan bagaimana kolaborasi antara Pemerintah Desa, Kader, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi tumbuh kembang optimal anak-anak, membawa desa dari kondisi dengan angka stunting yang tinggi menuju desa yang semakin maju dan sehat. (imf )

APBDes 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 2.227.734.478,00 Rp 2.227.734.478,00
100%
Belanja
Rp 3.632.454.036,00 Rp 3.632.454.036,00
100%
Pembiayaan
Rp 1.404.719.558,00 Rp 1.404.719.558,00
100%

APBDes 2026 Pendapatan

Hasil Aset Desa
Rp 477.000.000,00 Rp 477.000.000,00
100%
Dana Desa
Rp 771.540.000,00 Rp 771.540.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 431.635.831,00 Rp 431.635.831,00
100%
Alokasi Dana Desa
Rp 386.177.647,00 Rp 386.177.647,00
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp 161.381.000,00 Rp 161.381.000,00
100%

APBDes 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 681.940.000,00 Rp 681.940.000,00
100%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 603.375.885,00 Rp 603.375.885,00
100%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 2.147.893.151,00 Rp 2.147.893.151,00
100%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 199.245.000,00 Rp 199.245.000,00
100%